Perintah Mikrotik dengan Command Line

Memberikan IP pada interface Mikrotik :

Login

Login Via Telnet ke ip Mikrotik , disini saya pakai 10.10.10.1 , lalu masukkan user , dan password mikrotik.

Melihat IP address pada Mikrotik :

Melihat IP Address Mikrotik

Memberikan IP Address Pada Interface Mikrotik :

/24 , adalah subnet mask untuk network yang diberikan , dan Interface , adalah interface mana yang akan kita gunakan.

Memberikan IP Address

Lanjut Nanti Gan ………

 

 

Mikrotik Basic

Apa sih Mikrotik ? Mikrotik adalah sebuah device yang bisa digunakan sebagai :

Contoh Devices :

mikroti rb-1200 routerboard rb150

  • Internet Gateway
  • Access Point Indoor / Outdoor
  • Sebagai Router ( Penghubung Antar Network )

Yang paling sering digunakan adalah Mikrotik sebagai Internet Gateway , karena fungsi ini paling mudah implementasinya dilapangan. Selain itu Mikrotik bisa digunakan sebagai pengatur bandwidth internet , blokir website yang tidak diinginkan , loadbalance internet access , failover , dan lain-lain.

Internet Sebagai Internet Gateway.

Mikrotik Sebagai Internet Gateway

Internet Sebagai Access Point Indoor/Outdoor

Ada beberapa mikrotik devices yang perangkatnya disertai dengan Wireless , misalkan RB751Uhnd , dengan 5 port RJ45 ditambah Interface Wireless.

Interface ini bisa digunakan sebagai Access Point untuk koneksi Wifi ( Hotspot ).

Untuk beberapa model , mikrotik dipasarkan dengan dukungan penguat antena yang bisa digunakan untuk memperluas jaringan khususnya di Outdoor.

Wireless AP

Mikrotik Sebagai Router ( Inter Koneksi antar Network ).

Mikrotik bisa juga digunakan sebagai Router dan difungsikan sebagai Routing , yaitu untuk menghubungkan beberapa gedung yang berlainan network.

 

VHD Tutorial from Microsoft

VHD adalah Virtual Hardisk , seperti disk partisi dan file system dan juga folder yang digunakan hardisk Virtual Mesin. Format ini pertama kali dibuat oleh Connectix untuk menghubungkan produk Virtual PC , yang kemudian di Akusisi oleh Microsoft pada tahun 2003 , dan kemudian terkenal dengan Microsoft Virtual PC.

Untuk lebih detailnya , anda bisa download tutorial lengkap mengenai VHD di link ini :

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?displaylang=en&FamilyID=d2afacbb-5af6-45c2-b275-932116e27b0b

Network Design Part III

Bay Face Layout

Jika kita tidak familiar dengan istilah ini , “Bay Face Layout” adalah sebuah diagram atau gambar , bagaimana rak akan dibangun , termasuk semua detailnya. Untuk saya keuntungan terbesar adalah sekali kita buat , kita dapat menyuruh orang lain untuk memasang semua peralatan , jika kita inginkan dengan menggunakan layout tersebut. Dapat saya contohkan “Bay Face Layout” adalah sebagai berikut :

Screen Shot 2014-07-10 at 11.25.18 PM

Power dan System Pendinginan

Ini adalah waktu yg sangat baik untuk melihat kebutuhan daya yang diperlukan. Kebanyakan vendor mendata konsumsi daya untuk semua peralatan yg mereka pakai di website mereka.

Sangat mudah untuk mencari tahu daya yg diperlukan untuk semua peralatan , misalkan AC/DC , Voltage dan Ampere dan konektor yg diperlukan untuk ditambahkan pada masing-masing rak.

Coba bicarakan pada orang yg bertanggung jawab dimana rak tersebut ditempatkan, dan pastikan mereka dapat men-support semua peralatan yg kita tempatkan didalam rak.

Jangan lupakan juga system pendinginan. Bersama dengan spesifikasi tenaga , vendor akan menuliskan nilai BTU ( British Thermal Unit ) untuk peralatan mereka. Orang yg bertanggung jawab pada lingkungan dimana semua peralatan ini dipasang harus tahu semua informasi ini.

Sebagai contoh ,untuk mencari nilai temperature panas devices cisco 6500 switch, coba cari di website cisco dengan kata kunci “6500 power and heat numbers” , karena tenaga dan temperature panas bermacam-macam tergantung pada module yg di pasang, kita harus gambarkan atau tuliskan informasi ini pada masing-masing pemasangan.

Untuk cisco 6509-V-E khusus atau model yg lebih dulu dapat ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Screen Shot 2014-07-10 at 2.45.31 PM

Power dan nilai BTU untuk model 6509-V-E.

Harap diingat selalu ada limit seberapa banyak devices yang dapat ditempatkan pada rak.

Dulu kita selalu mencoba untuk memasukkan berapa banyak server pada rack 1U , virtualisasi dan blade server banyak memberikan perubahan drastis , dan banyak perusahaan mengadopsi mereka yang secara radikal mengubah cara kita membangun rak server.

Tips Membuat Network Diagram

Para Engineer tampaknya ingin membuat dokumen mereka begitu rumit , hingga mereka sendiri kadang tidak dapat membacanya.

Berikut berapa tips yang dapat membantu anda menghasilkan dokumentasi yang baik :

1. Buatlah Mudah

Lihatlah berapa contoh gambar yg terdahulu , masing-masing dirancang untuk menyampaikan ide tunggal. Semakin kita mencoba untuk memasukkan dalam sebuah gambar , semakin sulit dimengerti.

2. Pisahkan Ide logika dan Fisik

Konektifitas fisik sangat penting , tapi cobalah untuk tetap terpisah dari VLAN , routing , dan lainnya. Saya ingin membuat dua gambar , satu untuk port fisik dan lain dengan VLAN dan alamat IP.

3. Jangan Menyilangkan Garis

Setiap kali anda menyilangkan garis dalam sebuah gambar , gambar akan sangat sulit dibaca. Kadang-kadang memang tidak dapat dihindari , tetapi cobalah untuk menjaga garis menyeberang ke minimum.

4. Mengarahkan garis lurus anda

Jika kita kumpulkan gambar dimana garis-garis lurus yg sedikit dari horizontal atau vertikal , maka akan terlihat seperti lukisan dari seorang pembunuh berantai. Bila kira meluangkan waktu untuk mengarahkan semua baris , perbedaanya adalah dramatis. Demikian pula , garis yang ditarik pada sudut semua harus pada sudut yg sama sebisa mungkin.

5. Gambarkan ketika anda dapat Menggambarkan

Jika ada 2 lokasi digambar anda , pisahkan entah bagaimana caranya. Letakkan masing-masing di persegi panjang. Menggunakan warna atau bahkan abu-abu dapat membantu juga.

6. Bariskan Ikon Anda

Jika anda memiliki deretan ikon dalam gambar anda , luangkan waktu untuk membariskan mereka semua sepanjang sumbu tunggal.

Penamaan Untuk Devices/Perangkat

Nama host harus dibangun , sehingga siapapun dengan pengetahuan dasar tentang jaringan dapat menentukan fungsi perangkat. Namun, tampaknya ada kecenderungan dikalangan orang-orang IT untuk memberikan perangkat mereka nama yang paling tidak bisa dimengerti mungkin.

Dalam salah satu sesi pelatihan untuk jaringan yang mengandung nama hostname aneh , salah satu peserta ditanya , apakah nama host sangat berarti ? Tidak ada yg bisa menjawab tanpa melihat dokumen yang mejelaskan tata letak hostname. Nama host seharusnya tidak memerlukan penelitian!

Berikut ada rincian dari nama salah satu contoh host :

gadnslax1mai750901

gad = Nama perusahaan ( GAD Technology )

ns = Network Service

lax = Los Angeles

1 = Devices ke 1 yang ada di LA.

Mai = Main Street

7509 = Cisco Devices 7509

01 = Perangkat Cisco 7509 yang ke 1 dilokasi ini.

Kegunaan suatu hostname adalah untuk meng-identifikasi peralatan , hostname harusnya mudah diingat. Ketika hostname susah diingat daripada IP address , menggunakan salah satunya adalah sangat kontraproduktif.

Ketika nama host digabungkan dengan nama Domain untuk membuat nama domain berkualifikasi lengkap ( FQDN ), string yang dihasilkan harus jelas dan sederhana . Contoh sw1.gad.net , adalah FQDN yang sangat sederhana yang menggambarkan switch pertama pada domain gad.net.

Saya suka menggunakan hostname untuk menjelaskan sesuatu fungsi pada perangkat. Wan Router contoh yang sangat baik. Untuk perushaan yang mempunyai banyak lokasi , penambahan lokasi untuk hostname , contoh LAX-WAN-Router , ini sungguh berguna.

Peralatan biasanya digunakan berpasangan , dalam hal ini juga adalah ide yang baik untuk nomor perangkat , misal : LAX-Wan-Router-1. Menurut saya meskipun nama yang terlalu panjang dan fakta bahwa perangkat router tidak relevan dengan fungsinya ; LAX-WAN-1 akan cukup dimengerti. Atau jika anda akan mengunakan hirarki DNS , WAN-1.lax.domain.com akan cukup baik juga.

Setiap perusahaan mempunyai kebutuhan yang unik , jika anda bekerja di suatu ISP anda mungkin mempunyai perangkat dibanyak pelanggan . Dalam kasus ini termasuk nama pelanggan yang bermanfaat ( misalkan , GAD-WAN-1 ), anda harus menahan diri untuk mendokumentasikan jaringan dengan nama host. Tentu saja , setiap orang memiliki pendapat mereka sendiri tentang nama host, tetapi saran saya adalah , untuk menjaga mereka se-sederhana mungkin.

Setelah anda memiliki nama host , tambahkan juga nama interface ke nama host untuk DNS, misalkan serial 0/0/0:1 pada LAX-WAN-1 akan memiliki nama host DNS dari s0-0-0-lax-wan-1 ( karena DNS hanya dapat menggunakan tanda hubung ). Hal ini membuat perintah Traceroute akan sangat mudah dbaca , karena setiap node dan antar muka IP dalam node diberi label dengan jelas.

Contoh :

[gad]$traceroute switch9.mydomain.com
traceroute to switch9.mydomain.com (10.10.10.10), 30 hops max, 40 byte packets 1 s0-0.router1.mydomain.com 9.854 ms 10.978 ms 11.368 ms
2 f0-1.switch2.mydomain.com 2.340 ms 1.475 ms 1.138 ms
3 g0-0-12.switch9.mydomain.com 1.844 ms 1.430 ms 1.833 ms

Network Design

Saya tidak dapat mengatakan kepada anda , bagaimana seharusnya anda men-desain network anda.

Bagaimanapun juga , menunjukkan kepada anda beberapa contoh perusahaan dan perusahaan e-commerce diluar sana dan menjelaskan bagaimana saya memilih untuk fokus pada design.

Jaringan Perusahaan

Kebanyakan jaringan dirancang dengan model tree tier klasik , model ini memiliki Inti , Distribusi , dan Tingkat Akses. Tingkat ini dengan tegas , dilayani oleh perangkat yang berbeda. Secara tradisional Routing adalah yang sangat lambat, proses yang sangat mahal. Untuk alasan ini , routing dilakukan di Inti , semua tingkat biasanya diaktifkan. Dengan munculnya switch layer 3 yang sangat murah , model tree tier ini mulai runtuh untuk skala jaringan perusahaan. Kita akan melihat model tradisional karena dapat digunakan saat ini , serta beberapa model colaps-core.

Arsitektur Three – Tier

Arsitektur bertingkat tiga ini , paling sering terlihat di buku teks , dan masih banyak digunakan dalam industri. Pemisahan fisik tiga tingkat ini biasanya terjadi ketika ada kebutuhan fisik untuk melakukanya. Sebuah contoh yang baik adalah sebuah Perguruan Tinggi , atau kampus Bisnis : mungkin ada switch inti ( Mungkin ditengah lokasi ) , switch distribusi di setiap bangunan , dan switch penutup akses ke pengguna di setiap bangunan. Yang spesifik tergantung pada tata letak fisik kampus. Gambar dibawah ini , menunjukkan jaringan bertingkat tiga pada perusahaan.

Dibagian bawah gambar , pengguna , printer , telepon IP , dan titik akses nirkabel ( AP ), yang terhubung ke switch akses layer. Akses layer switch dihubungkan ke switch distribusi layer dibarisan tengah. Switch distribusi terhubung ke dua switch , yang merupakan jaringan inti. Internet dan kumpulan server keeduanya terhubung ke dalam jaringan inti.

Screen Shot 2014-07-10 at 11.10.30 PM

Colappse Core – Tidak ada Distribusi

Jaringan colappse core adalah sangat umum , ruangan di gedung-gedung pencakar langit biasanya dilokasikan lantai demi lantai. Kabel biasanya dijalankan dari titik di lantai ke lokasi pusat dilantai yang sama. Lantai biasanya berhubungan dengan saluran yang berjalan antara lantai. Ketika sebuah perusahaan menempati beberapa lantai , kabel dari setiap lantai cocok untuk colappse core , karena ada kemungkinan kabel terbatas antara lantai.

Karena jumlah ruang disetiap lantai terbatas , biasanya ada sedikit kebutuhan untuk lebih dari dua lapisan jaringan fisik. Dengan switch inti di lantai satu dan akses switch dilantai yang tersisa, switch akses dapat bertindak sebagai distribusi layer.

Contiuned ……

Network Design Part II

Ketika peralatan sudah kita dapatkan , kita bisa kembangkan daftar ( diagram ) yang sudah kita buat di spreadsheet tadi dengan menambahkan serial no masing-masing devices tersebut.

Sebagai contoh , saya berikan contoh spreadsheet untuk devices 6509 , sebagai catatan , disini saya tambahkan bukan hanya modul , melainkan penambahan extra memory.

Core Switch Hardware Details :

Interfaces
Name Devices Function Slots 10/100/1GG GBIC SFGBIC 10G
Core-1 WS-C6509-VE Core Switch Router 9 240 0 4 12
Slot1 WS-x6748-GE-TX 48 Port 10/100/1000 FE Blade 48
Slot2 WS-x6748-GE-TX 48 Port 10/100/1000 FE Blade 48
Slot3 WS-x6748-GE-TX 48 Port 10/100/1000 FE Blade 48
Slot4 WS-x6748-GE-TX 48 Port 10/100/1000 FE Blade 48
Slot5 VS-S70-10G-3c Supervisor – 720 10G 2 2 2
Slot6 VS-S70-10G-3c Supervisor – 720 10G 2 2 2
Slot7 WS-SVC-FWM-1-k9 Firewall Switch Module
Slot8 WS-x6708-10GE 8 Port – 10G Module 8
Slot9 WS-x6748-GE-TX 48 Port 10/100/1000 FE Blade 48
MSFC Mem Mem-MSFC2-512MB
Sup Mem Mem-S2-512MB Sup-512M Dram
Flash Mem Mem-C6k-CPTFL-256M 1G Compact Flash Upgrade
Fan Tray WS-C6509-E-FAN Fan Tray
PS#1 WS-CAC-3000W-US 6000W/Power Supply
PS#2 WS-CAC-3000W-US2 6000W/Power Supply

Dan ketika semua semua hardware sudah dapat kita gambarkan , kita sudah bisa meminta management untuk membeli semua peralatan yg kita butuhkan. Kita juga bisa membantu dengan membuat daftar part number dan jumlah yg kita butuhkan.

Sekarang yg perlu kita kerjakan adalah dengan membuat map setiap interface disetiap devices , planning seperti ini bisa membantu anda sangat cepat bila dibutuhkan.

Sebagai contoh , saya akan berikan tabel untuk setiap interface di setiap device , tidak usah rumit-rumit , setiap port terhubung kemana , mungkin IP address atau Vlan yang sudah dikonfigurasi.

Contoh Port Assignment :

Physical VLAN/Trunk/IP Devices Remote Interface
1/1 Vlan10 Internet Router F0/0
1/2 Reserved
1/3
1/4
1/5 Vlan 777 Core-2 FWSM Failover Link1 G1/5
1/6 Vlan 777 Core-2 FWSM Failover Link2 G1/6

Jika kita sudah punya perencanaan network seperti ini , dan ketika peralatan sudah datang , kita sudah dapat memasangnya di rak bersamaan dengan kabel sesuai dengan rencana gambar.

IP dan Vlan Spreadsheet

Bersamaan dengan rencana fisik , dan alokasi port , kita juga perlu perencanaan IP network dan VLAN layout , disini saya akan memberikan sedikit lebih detail.

Disini saya pakai contoh /23 untuk masing-masing VLAN dan menyisakan /23 untuk masing-masing lokasi untuk dipakai dimasa yg akan datang.

Ip Network Layout :

Saya buatkan spreadsheet untuk masing-masing network , dan akan diisi dengan informasi yang spesifik di setiap perangkat pada jaringan.

Ini adalah latihan yg sangat baik untuk anda dan saya yang akan memaksa anda atau saya untuk sekali lagi berpikir tentang setiap perangkat yg akan terhubung.

Master IP Table :

Network Mask VLAN Description
10.1.32.0 VLAN130 HQ Networks
10.1.32.1 255.255.254.0 VLAN130 Default Gateway
10.1.32.2 255.255.254.0 VLAN130 Core1-VLAN130 IP
10.1.32.3 255.255.254.0 VLAN130 Core1-VLAN130 IP
10.1.32.4 255.255.254.0 VLAN130 Reserved
10.1.32.5 255.255.254.0 VLAN130 Reserved
10.1.32.6 255.255.254.0 VLAN130 Reserved
10.1.32.7 255.255.254.0 VLAN130 Reserved
10.1.32.8 255.255.254.0 VLAN130 Color Printer office 1
10.1.32.9 255.255.254.0 VLAN130 Color Printer office 2
10.1.32.10 255.255.254.0 VLAN130 Color Copier 1
10.1.32.11 255.255.254.0 VLAN130 Color Copier 2

Continued …..

Network Design Part I

Network Design I

 

Tutorial ini dibuat bukan untuk mendapatkan certifikasi , tetapi akan membuat anda melakukan pekerjaan anda menjadi lebih baik lagi.

Dokumentasi .

Domentasi merupakan sebuah kutukan bagi banyak Engineer , saya juga tidak sepenuhnya yakin mengapa ini bisa terjadi ? Tapi seorang engineer yg rajin menulis Dokumentasi menjadi sangat jarang atau langka. Menulis adalah sebuah kerja keras , tetapi anda akan mendapatkan hadiah , yaitu menjadi penolong anda dikala dalam masalah besar.

Beberapa Engineer percaya , jika mereka menyimpan informasi mereka tidak akan tergantikan , tetapi percayalah saya atau siapapun akan tergantikan.

Dokumentasi yg ditulis dengan rapi akan menghemat waktu dan uang. Jika seseorang dapat memperbaiki jaringan anda dengan membaca dokumantasi anda , anda telah melakukan pekerjaan dengan baik. Jika tidak ada seorangpun kecuali anda yg bisa memperbaiki jaringan anda , anda tidak melakukan pekerjaan dengan baik.

Bila mungkin , bahkan pada jaringan kecil , anda harus mendokumentasikan setiap detail jaringan anda. Hanya karena jaringan kecil bagi anda , anda cukup mengingat setiap IP address , tidak berarti tidak harus didokumentasikan. Mulailah dengan jaringan dirumah anda , jaringan dirumah , saya dokumentasikan dengan baik , lebih baik daripada jaringan di perusahaan.

Saya dahulu seperti kebanyakan orang , minim dokumentasi. Lama kelamaan saya belajar bagaimana membuat dokumentasi yang baik , sehingga saya mempunyai kebanggaan dengan dokumentasi saya sendiri. Jika saya disuruh memilih 2 orang engineer yg mempunya skill sama , saya harus memilih yg bisa membuat dokumentasi dengan baik.

Persayaratan Dokumen

Salah satu yg perlu anda lakukan pada setiap awal project , terlepas dari persepsi anda tentang waktu yg tersedia , menulis dokumentasi adalah salah satu persyaratan.

Dokumentasi ini harus mencakup semua persyaratan untuk proyek seperti anda memahami mereka , serta semua asumsi yg dibuat. Bahkan jika kebutuhannya adalah hanya “ Merancang Jaringan Perusahaan Baru” menulis itu , dan mencakup semua asumsi bahwa anda akan membuat untuk mencapai tujuan itu.

Bila anda telah menyelesaikan semua dokumen persayaratan anda , kirimkan ke semua orang yg terlibat. Daftar ini harus mencakup atasan anda. Tergantung pada budaya di perusahaan , anda mungkin ingin memasukkan manajer proyek dan siapa saja yg terlibat dalam proyek tersebut. Bos anda mungkin akan meneruskan dokumen ini ke pihak lain , daripada harus anda kirimkan ke mereka secara langsung. Anda juga mungkin perlu menerbitkan sesuatu yg mendikte apa yg akan anda rancang dan mengapa ?

Menulis dokumen persyaratan adalah salah satu yg terbaik yang dapat anda lakukan untuk melindungi diri nanti pada saat ada perubahan ruang lingkup kerja.

“Lingkup pekerjaan pasti akan berubah , dan itu adalah fakta nyata dalam setiap projek”

Sebagai contoh , misalnya jika anda memesan T1 untuk konektifitas Internet , dan Vise President ( VP ) , memberikan anda kesusahan , karena dia tidak berfikir itu adalah bandwidth yg cukup , anda harus menunjukkan dokumen persayaratan yg diterbitkan pada awal projek. Dan juga karena anda mengirimkan sebuah dokumen yg menjelaskan kebutuhan yg harus dipenuhi karena design anda. Jika dia tidak tahu T1 , maka ia tidak membaca dokumen tersebut.

Sebuah dokumen persayaratan tidaklah harus besar dan rumit , seharusnya simple saja dan mudah dipahami.

Contoh sebuah Persayaratan :

  • Network harus disupport untuk 300 users

Dengan asumsi :

  • Masing-masing user mempunyai 1 workstation.
  • Masing-masing workstation mempunyai 1 Ethernet Interface
  • Semua interface memakai kabel 1 Gbps untuk setiap pengguna
  • Jaringan tidak perlu mendukung 1 Gbps untuk semua pengguna pada waktu yang sama.
  • Setiap user mempunyai 1 satu saluran telepon.
  • Semua telepon menjadi telepon non IP.
  • VOIP tidak akan dipakai dijaringan yg akan datang.
  • Masing-masing meja mempunyai 2 jack port , 1 untuk LAN , 1 Untuk Telepon
  • Semua kabel akan berakhir di ruang komputer

Ketika “VP” mengatakan “Kita perlu jaringan untuk mendukung 300 user” dia tidak selalu mengerti implikasi dari pernyataan sederhana ini. Tugas anda adalah sebagian untuk memastikan bahwa orang orang lain yang terlibat memiliki semua informasi yg mereka butuhkan untuk memahami yang terjadi , dan sebagian adalah untuk menutupi muka anda sendiri , jika seseorang gagal untuk memahami apa yang anda lakukan.

Jika anda menerbitkan semua asumsi anda , “VP” harus mampu membaca dokumen anda dan menimbulkan pertanyaan yg mungkin ada miliki. Mungkin ada rencana dalam bekerja untuk memindahkan system telepon VOIP tahun depan , dan perlu anda sarankan untuk memesan peralatan yang akan mendukung visi tersebut.

Banyak project gagal , karena tidak didokumentasi dengan baik dan banyak argumentasi yg tidak baik mengenai apa yg disebutkan berbulan bulan lalu sebelum project berjalan tetapi tidak ditulis didalam dokumentasi.

Port Layout yang dibuat di Spreadsheet

Sesudah semua yg dibutuhkan di dokumentasi dengan baik dan disetujui , fase design dapat dimulai. Langkah pertama yg kita ambil ketika mendesign sebuah network adalah membandingkan semua daftar peralatan yg akan di akses oleh network. Dalam hal ini untuk LAN adalah sebagai berikut :

1.Berapa banyak user yg disupport oleh network

2.Berapa banyak server yg akan disupport oleh network

3.Berapa banyak printer yang akan digunakan di network

4.Apa saja aplikasi yg akan berjalan di network? Bagaimana user akan berinteraksi dengan applikasi seperti HTTP , software client , Terminals , Citrix , dll.

5.Model security apa yg diinginkan.

6.High Availibility ( HA ) , dibutuhkan atau diharuskan ?

7.Berapa persentase pertumbuhan network yg diasumsikan ?

8.Apakah semua interface harus Gigabyte ?

9.Apakah dibutuhkan network 10 Gigabyte ?

10.Apakah network akan disupport untuk VOIP ?

11.Apakah network akan support 1 physical location atau banyak lokasi ( termasuk banyak lantai dalam 1 gedung ).

Tujuan kita adalah membuat target berapa banyak interface yg dibutuhkan di setiap lokasi. Ketika semua interface sudah kita dapatkan, kita dapat memutuskan dan memebuat list peralatan yang akan kita beli.

Gigabyte ethernet switch datang dengan 48 port dan mempunyai high density port. Untuk mengetahui berapa banyak switch 48 port atau modul yang dibutuhkan , jumlahkan total gigabyte interface yg dibutuhkan dengan 48, sebagai contoh , jika kita membutuhkan 340 gigabyte interface dalam satu lokasi , kita membutuhkan 340/48 = 7.08 ( dengan kata lain , digenapkan menjadi 8 modules / port ).

Note:

“ Ketika kita menggambarkan berapa banyak port yg kita butuhkan , jangan lupakan server yang membutuhkan HA ( High Availability ). Banyak server sekarang akan mengijinkan menggunakan banyak interface yang bisa dikoneksikan ke satu atau 2 switch dalam hubungan failover. Tanyakan ke bagian system , atau cari tau apa yg mereka butuhkan.”

Kita juga harus rencanakan total pertumbuhan network kita. Rule yang baik adalah menambahkan dari kapasitas planning minimum 15% pertumbuhannya , seperti contoh 340×1.15=391. Bagi 391 dengan 48 ( 391/48=8.15 ) , hasilnya adalah 8.15 digenapkan menjadi 9 modules. Jadi untuk growth 15% dibutuhkann 9 Switch x 48 Port , lebih baik lebih daripada kurang , karena kita akan merubah rubah switch yang sudah ada dirak dan butuh waktu untuk membereskanya.

Note :

“Kebutuhan lain yang sering engineer lupakan adalah “Interswitch Trunk”. Switch untuk mode failover butuh dikoneksikan ke masing-masing switch , biasanya menggunakan Multi Gigabyte Link. Jika kita menggunakan Firewall Services Modules , mereka harus mempunyai dedicated trunks. ACE modules seharusnya mempunyai trunk sendiri , sama juga dengan RSPAN jika kita mengunakkanya. Jika kita asumsikan 2Gb Etherchanel untuk masing-masing trunk , kita harus meng-alokasikan 16 port ( 8 untuk tiap-tiap sisi ). Dan jika kita membutuhkan 10 Gigabyte , ingat port ini akan menjadi sangat mahal , kecuali kita menggunakan switch Nexus , density port akan menjadi masalah. Perhatikan penggunaan 10 Gigabyte , modern blade server enclosure akan menjadikan satu 2 buah 10Gb ports , akhirnya tergantung environtment yang mana yang mau kita gunakan .”

Setelah anda menentukan berapa banyak port yg anda butuhkan , susun semua peralatan dan gambarkan devices yg mana menjalankan service yg mana. Sebagai contoh saya gunakan 6509-V-E switch yang digunakan sebagai core dan 2811 router akan digunakan untuk internet dan backend konektifitas website coorporate dapat digambarkan sebagai berikut :

                                                                                                                                                     Interface

Name         Devices          Function                         Location           Slots           T1     DS3      1G      10G

Core1          6509-E      Core Switch/Router          Rack#2              9                  0        0         240      0

Core2          6509-E     Core Switch/Router           Rack#3              9                  0        0         240      0

Internet       2811         Internet Router                   Rack#2              1                  2         0           2         0

HQ-Colo     2811         Colo-Conn Router              Rack#3              1                  2         0           2         0

Ketika kita memutuskan peralatan yang akan kita gunakan , kita harus membuat break down untuk masing-masing peralatan , sehingga kita mengetahui dengan jelas peralatan yang akan kita beli.

Langkah ini akan sangat menolong kita melalui proses dan design network.

 

Bersambung ke bag 2……..